Dalam hubungannya dengan pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik sekolah paket A diwajibkan mengikuti kegiatan belajar di ruang praktek pastry PKBM Tanda Genap. Dalam berkolaborasi dengan murid lainnya, membuat produk olah pangan yaitu donat labu kuning menjadi salah satu program yang diminati oleh murid kejar paket a. Selain aktivitas ini menyenangkan, tentunya secara pengalaman belajar juga bisa menjadi sangat berkesan.
Bersama Chef Shinta, sebagai Kepala PKBM juga sebagai Instruktur langsung memandu peserta didik homeschooling dalam proses produksi dari awal sampai menjadi donut yang siap santap, tak lupa kemasan yang di berikan harus sangat atraktif, dan menarik.
Membuat donat labu kuning bukan sekadar kegiatan memasak bagi siswa Sekolah Dasar (SD), melainkan sarana belajar multidisiplin yang menyenangkan. Berikut adalah sasaran pembelajaran (tujuan) yang bisa dicapai, dikelompokkan berdasarkan aspek perkembangannya:
1. Aspek Kognitif (Pengetahuan)
- Literasi Numerasi: Siswa mampu mengukur bahan secara akurat (gram, sendok, mililiter) dan memahami konsep perbandingan serta estimasi waktu.
- Sains Sederhana: Siswa memahami perubahan wujud benda (padat ke cair) dan proses biologis fermentasi (bagaimana ragi membuat adonan mengembang).
- Pengetahuan Gizi: Siswa mengenal manfaat sayuran (labu kuning) sebagai alternatif bahan makanan sehat yang kaya vitamin A dan serat.
2. Aspek Psikomotorik (Keterampilan Fisik)
- Koordinasi Mata dan Tangan: Melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas menguleni adonan, membentuk bulatan donat, dan menghias (topping).
- Ketangkasan Dapur: Mempelajari teknik dasar memasak yang aman, seperti cara mencampur bahan secara merata dan memahami prosedur keamanan saat berada di dekat kompor/minyak panas (dengan pengawasan).
3. Aspek Afektif (Sikap dan Karakter)
- Kemandirian & Tanggung Jawab: Siswa belajar mengikuti instruksi langkah demi langkah dan bertanggung jawab menjaga kebersihan area kerja (merapikan alat setelah dipakai).
- Kesabaran: Memahami bahwa proses memasak membutuhkan waktu, terutama saat menunggu adonan mengembang (proofing).
- Kerja Sama Tim: Jika dilakukan berkelompok, siswa belajar berbagi tugas, berkomunikasi, dan menghargai hasil kerja teman sejawat.








Leave a Reply